Penubuhan Amanah disambut baik Parti Keadilan Sejahtera di Indonesia

Penubuhan Amanah disambut baik Parti Keadilan Sejahtera di Indonesia

[Sertai Telegram kami untuk berita terikini di t.me/mdateline]

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indonesia menerima lawatan Parti Amanah Negara (Amanah) baru-baru ini.

Wakil Sekretariat Jenderal DPP PKS Abdul Hakim menyambut baik kehadiran Amanah yang berusia satu tahun tersebut.

“Kami akan berbagi pengalaman di bidang khidmat kepada negeri. Malaysia dan Indonesia adalah wilayah yang tidak terpisahkan, memiliki kesamaan sejarah dan kesamaan akidah.

“Selamat datang di ‘rumah sendiri’ ini, kami sangat senang dengan lawatan ini. Selain itu kami berharap juga melakukan hal yang sama, seperti tagline kami berkhidmat untuk rakyat,” kata Abdul Hakim di MD Building Jakarta Selatan, pada Rabu lalu.

Amanah diwakili oleh Ketua Amanah Kawasan Serdang, Mazwan Johar dalam ucapannya mengatakan walaupun Amanah sebuah parti baharu dalam persada politik di Malaysia mereka tetap ingin belajar dari PKS.

“Kami ingin belajar sebagai parti baharu, meskipun diisi oleh orang lama. Di samping itu saya bawa pasukan baharu, layanan yang diberikan PKS sangat baik meski kami bukan pimpinan baharu. Tetapi mendapat layanan sebegini sangat menyenangkan,” kata Mazwan dalam pertemuan diadakan itu.

Sementara itu Ketua Bidang Kepemudaan DPP PKS Mardani Ali Sera PKS setali tiga uang dengan yang dikatakan oleh Abdul Hakim, sebagai partai yang berkhidmat PKS sangat terbuka untuk tempat berbagi.

“Tagline berkhidmat untuk rakyat tagline kami, rakyat di sini bisa kami definisikan secara luas termasuk partai-partai yang ada di dalam negeri maupun luar negeri yang bisa kami layani akan kami layani.

“Parti Amanah Negara belajar kepada PKS bagaimana PKS menjalankan organisasi, sistem kaderisasinya, strategi pemenangan pemilu, termasuk bagaimana PKS membangun branding atau imagenya,” ujar Mardani.

PKS, kata Mardani, seharusnya menjalinkan hubungan baik dengan parti dari luar negara dan bersedia mengembangkan kerja sama dengan pihak mana pun.

“Kami tetap perlu mengembangkan kerja sama dengan pihak luar. Misalnya jika ada contoh kasus TKI kita sedang bermasalah, tentu ada penyelesaian government to government (G to G) atau party to party (P to P).

“Kita bisa melakukan lobi dengan Parti Amanah Negara dan parti lain yang ada di Malaysia agar bisa membantu kasus WN kita yang ada di luar. Apalagi memang PKS bukan menjadi pemain nasional tapi juga menjadi aktor yang diakui manfaat dan pengaruhnya di dunia internasional,” tegasnya.

TAGS