Pyanhabib guna jari telunjuk deklamasi sajak ‘Pemakan Bangkai’

Pyanhabib. Foto kredit Mstar

Penyair dan sasterawan tanah air, Pyanhabib menggunakan daya kreatifnya semasa mendeklamasikan sajak pada acara puisi anjuran bersama Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) dan Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) di Balai Budaya Tun Syed Nasir, DBP baru-baru ini.

Penggiat teater yang terkenal dengan gelagat humornya itu mendeklamasikan sajak nukilannya sendiri yang mengkritik keras penularan budaya rasuah di negara ini yang disifatkan sebagai ‘penjarah pintar harta negara’.

“Sudah berpuluh tahun gua (saya) tidak berdiri di pentas Balai Budaya Tun Syed Nasir di DBP, kesempatan berdiri pada acara puisi SPRM-DBP, gua pun berdiri sambil guna jari telunjuk, gua tunjuk sana tunjuk sini pasal rasuah. Keh keh keh!” mesej beliau yang tular di media sosial dipetik.

Berikut adalah sajak yang dideklamasikan Pyanhabib:

Pemakan Bangkai

Negara ini tanah kebun luas, penuh tanaman subur menghijau.
Negara ini lembah permai, bergunung-ganang berpantai landai.
Negara ini pusat peradaban, segala membangun; politik, ekonomi dan hukum.

Negara ini panggung sandiwara, pelaku berebutan kuasa, mulai mencuri kecil-kecilan kini penjarah pintar harta negara.

Penguasa berlagak pahlawan membongkar korupsi bertindak bagai wira namun mereka masih memilih kasih.

Ahh, betapa buruk kantung mereka jika dibuka di hadapan rakyat jelata.

Baginda nabi mengingatkan; “Akan datang satu zaman ke atas umatku di mana para penguasa seperti singa, menteri-menteri seperti serigala, penegak hukum seperti anjing dan rakyat seperti kambing. Lalu, bagaimana kambing boleh hidup di tengah-tengah kerumunan para singa, serigala dan anjing?”

Alangkah lucu tanah airku andai singa, serigala dan anjing mengaum menyalak di hadapan para kambing.

Seorang sahabat berkata, seorang berkuasa tidak berusaha melindung kezaliman atau seorang agama tidak bersuara menegak hukum, mereka umpama melindung orang-orang fasik, mereka umpama keliaran para pemakan bangkai.

Ya Tuhan, ampuni kami, ampuni anak-anak kami. Ampuni anak-anak kami yang akan remaja, anak-anak kami yang akan dewasa. Ampuni mereka ya Tuhan, andai kesalahan dan rasa berdosa mereka miliki adalah kerana pemimpin-pemimpin kami.

Pyanhabib Rahman
21 November 2017

CATEGORIES